Inovasi Baru dalam Dunia Serat : Penggabungan antara Serat Alam dan Serat Sintetis

Submitted bywebviro onMon, 06/29/2020 - 16:12
Webinar DSI, Inovasi Baru dalam Dunia Serat : Penggabungan antara Serat Alam dan Serat Sintetis.

Pada Rabu, 24 Juni 2020, pk 09.30 lalu, Dewan Serat Indonesia (DSI) mengadakan webinar melalui zoom, dengan judul “Serat Alam Indonesia : Invensi & Inovasi”. Webinar tersebut diadakan sebagai langkah DSI untuk mejadikan Indonesia sebagai icon serat alam internasional. Webinar ini diisi oleh pembicara yang ahli di bidangnya, yaitu M. Danny Sukardan (Peneliti Senior BBT), Susi Sugesty (Peneliti Senior BBPK), Agus Muntarto (Litbang Sritex), Johan Yang (Executive Vice President PT Polymindo Permata), dan Farri Aditya (executive RMA). Selain itu, webinar ini didukung oleh pemantik dialog Prof. Nurindah (Balittas Malang) dan dibahas secara khusus oleh Nanang Masruchin (Peneliti Biomaterial LIPI) dan Titi Purwati W. (Kepala BBKB Yogyakarta).

Pada kesempatan kali ini, Johan Yang, selaku Executive Vice President PT Polymindo Permata, berbagi tentang inovasi PT Polymindo Permata, menggabungkan serat sintetis dengan serat alam. PT Polymindo Permata dengan brand Viro, sudah berkecimpung di bidang fiber sejak 1985. Viro memproduksi produk fiber dengan visual dan tampilan yang mengacu pada serat alam. Seiring berjalannya waktu, Viro juga terus melakukan inovasi – inovasi baru untuk membuat produk fiber yang lebih sustainable.

Produk Viro dianyam tangan oleh pengrajin Indonesia.

Viro sebagai salah satu perusahaan nasional, selalu berpatokan kepada 3 hal, profit, people, dan planet. Meskipun sebagai sebuah perusahaan, Viro beroperasi untuk menghasilkan profit, namun tidak semata-mata profit. Viro juga memperhatikan people dan planet. Dalam hal people, Viro bekerjasama dengan UKM dan komunitas anyam, dalam pembuatan produk Viro. Semua produk Viro, dianyam tangan oleh pengrajin Indonesia. Sedangkan dalam hal planet, Viro memproduksi produk yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang. Ke depannya, Viro sedang mengembangkan produk fiber sintetis dengan kandungan serat alam.

Produk yang sedang dikembangkan Viro ini, adalah biomass. Fiber biomass merupakan fiber dengan kandungan serat alami yang memiliki kekuatan serat fiber sintetis yang tahan lama dan bisa diproduksi secara massal. Selain fiber biomass, Viro dengan sistem circular ekonomi, juga memiliki produk TPC yang merupakan hasil pengolahan daur ulang dari waste produk virofiber.

Dari diagram berikut, bisa dilihat bahwa dari waste produk Viro, bisa diolah lagi menjadi produk baru yaitu TPC. TPC merupakan Teak Polymer Composite, decking dengan tampilan natural seperti kayu, namun lebih durable dan aman dari hama seperti rayap.

Viro menganut pemahaman circular economy.

TPC bisa menjadi solusi alternatif kayu alami. Ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian hutan.

Viro sangat peduli terhadap alam dan juga terus berinovasi menghasilkan produk yang lebih baik lagi bagi lingkungan dan sesama. Viro juga terbuka untuk peluang – peluang baru kerjasama untuk menghasilkan produk yang lebih baik. Mari menjaga bumi kita dan juga mari jadikan Indonesia sebagai icon serat alam dunia. (290620)

Categories

Categories

Archive

Subscribe